Jumat, 30 Maret 2012

Untuk Kamu yang Pernah Menjadi Mentari di Hari-Hari Kelamku

Dear You..

Saat ini adalah saat kita terakhir bertemu..
Kau tak kunjung juga menyatakan rasa itu
Rasa yang ku akui sudah sangat membuatku sakit
Rasa yang tak mungkin hilang, meski kau pergi
Mungkinkah aku yang hanya terlalu berharap?
Hingga kau jatuh cinta padaku, dan akhirnya kita berdampingan.
Ya! Aku ingin kau menyatakan rasa itu
Aku ingin kau dan aku berjalan berdampingan
Aku ingin semua orang tahu bahwa kita saling mencintai

Namun apa daya aku?
Apa aku hanya seseorang yang cintanya bertepuk sebelah tangan?
Apa hanya aku yang kau berikan harapan dan secara tiba-tiba kau pupuskan semua?
Lalu apa maksud dari semuanya?
Tatapanmu, sorot matamu, kata-kata indahmu, 
apa itu semua belum cukup untuk menggambarkan apa yang kamu rasakan?

Mungkin hanya aku yang bodoh..
Aku terlalu menginginkanmu
Aku terlalu berharap

Terakhir kau hanya menatapku dengan pandangan yang indah,
yang mungkin itu adalah yang terakhirnya,
pandangan yang menggambarkan betapa kau menginginkanku.

Kini, sudah lama kita tak berjumpa
Tiba-tiba kau hadir dengan segala masa lalu indah kita
Kau tatap mata ini
Seakan-akan kita akan bersama kembali

Seandainya saat itu aku bisa berkata
Seandainya saat itu aku bisa mengatakan
Seandainya saat itu aku bisa menggenggam erat tanganmu
Aku tak akan melepasmu,
Aku akan berkata bahwa aku mencintaimu, aku tak ingin kau pergi, aku ingin bersamamu!

Bila suatu saat kita bertemu,
Aku hanya berharap akan tahu perasaanmu dulu
Perasaanmu yang tak pernah mengatakan bahwa kau mencintaiku
Aku tidak akan meminta lebih,
selain ucapanmu tentang apa yang kau rasakan

Dan setelah itu aku akan membiarkanmu pergi
Entah itu sejauh apa
Dan aku tak akan perduli lagi tentang kamu yang pernah mencintaiku dan aku cintai 


Your Secret Admire,
Vera Maharani    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar