Jumat, 08 Februari 2013

Bayangan

Bayangan, begitulah kamu menyebut dirimu. Entahlah definisi apa yang bisa kau gambarkan dalam kata yang kau gunakan untuk menggambarkan dirimu itu. Aku tau, mungkin karena kamu ingin menjadi seorang tokoh fiksi sempurna yang biasa orang dambakan. akupun mendambakannya. Mungkin kamu akan jauh lebih hebat dibandingkan menjadi seorang khayalan yang tak kunjung muncul untuk dinantikan, yang ada hanya setiap peniru yang berusaha mewujudkan semua fiksi itu menjadi nyata.

Kamu memang bayangan untukku, bayangan yang tak kunjung usai berlalu. Kenapa tidak kau menjadi nyata? Nyata untukku. Aku lelah dengan semua fiksi ini. Bisakah aku mendengarmu berbicara dibandingkan hanya menatap setiap kata-kata indah yang dapat aku baca? Bukan indah, hanya saja aku selalu terkesan membacanya. Bisakah kamu menuliskannya lagi untukku. Aku selalu menantikannya, kau tau itu?

Kau adalah bayangan terindah sebelum kamu menjadi sempurna. Kau tau? kesempurnaanmu hanya akan mengundang semua yang palsu. Aku ingin memberitahumu, namun aku fikir semua akan menimbulkan kesalah pahaman saja. Bisakah kau bayangkan bagimana kita harus mencintai bayangan yang jelas-jelas tidak ada. Namun kau ada. Hanya saja kamu selalu menjadi bayang-bayang bagiku. Bisakah kamu menjadi nyata untukku, agar aku bisa mencintaimu dengan normal.